Meskipun penyebab pasti yang memicu mutasi pada sel punca yang mengakibatkan leukemia belum diketahui, beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini telah diidentifikasi. Beberapa faktor risiko utama yang terkait dengan leukemia meliputi:
- Kecenderungan genetik: Mutasi genetik yang diturunkan atau sindrom, seperti sindrom Down, sindrom Li-Fraumeni, dan anemia Fanconi, dapat meningkatkan risiko terkena leukemia.
- Paparan radiasi: Paparan radiasi pengion, seperti dari perawatan medis (terapi radiasi) atau kecelakaan nuklir, merupakan faktor risiko leukemia yang sudah terbukti.
- Paparan bahan kimia tertentu: Paparan berkepanjangan terhadap benzena dan bahan kimia lain di tempat kerja atau lingkungan dapat meningkatkan risiko terkena leukemia.
- Pengobatan kanker sebelumnya: Pengobatan kanker sebelumnya, seperti kemoterapi atau terapi radiasi untuk kanker lain, dapat meningkatkan risiko terkena leukemia di kemudian hari.
- Usia: Meskipun leukemia dapat terjadi pada usia berapa pun, leukemia lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.
Penting untuk dicatat bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan menderita leukemia. Sebaliknya, beberapa individu dapat mengembangkan leukemia tanpa adanya faktor risiko yang diketahui. Pemeriksaan medis rutin dan kesadaran akan faktor risiko pribadi dapat membantu individu dan penyedia layanan kesehatan memantau tanda-tanda leukemia serta mengambil langkah proaktif untuk deteksi dini dan pencegahan.













